Dua Kartu Merah dan Dua Gol Dianulir Tak Hentikan Kabau Sirah
Coret, Bola--Dua gol dianulir wasit tidak menghentikan langkah Semen Padang menuju panggung utama Piala Jenderal Sudirman (PJS) yang akan digelar du Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Unggul 2-0 diwaktu normal melalui gol yang dicetak Yu Hyun Koo menit ke-50 dan gol Rudy Doank menit 74 membuat agregat sama kuat 2-2. Kemenangan Kabau Sirah (julukan Semen Padang) atas Pusamania Borneo FC dipastikan melalui babak adu penalti, dua bloking dari Jandia Eka Putra menyegelkan kemenangan pertama melalui babak penalti dengan skor babak penalti 4-2 untuk keunggulan tim urang awak yang mendapat dukungan 12.000 suporter.
Kalah agregat 2-0 membuat Kabau Sirah langsung menekan di awal laga, Pusamania Borneo FC yang datang dengan kepercayaa diri tinggi juga memberikan perlawanan sengit. Dua menit laga berjalan, kedua tim harus kehilangan satu pemain, setelah wasit Iwan Sukoco mengeluarkan dua kartu merah sekaligus, masing-masing kepada Satrio Syam dan Arpani yang sempat terlibat keributan setelah berbenturan saat berebut bola.Bermain dengan sepuluh pemain tidak membuat tekanan Semen Padang berkurang, beberapa serangan cepat yang dibangun M Nur Iskandar sangat merepotkan lini pertahanan PBC. Hasilnya, menit 14 M Nur Iskandar mampu menjebol gawang Galih Sudaryono melalui sundulan kepala, sayang, gol tersebut dianulir wasit karena menganggap posisi pemain nomor 17 sudah dalam posisi offside. Protes dari pemain Semen Padang tidak membuat Iwan Sukoco bergeming dan gol tetap dianulir. Sampai akhir babak pertama kedudukan tetap sama kuat 0-0.
Sehabis turun minum anak-anak Kabau Sirah tidak mengendurkan tekanan, alhasil lima menit babak kedua berjalan, kapten pengganti Semen Padang, Yu Hyun Koo berhasil membuat seisi stadion bergemuruh setela tendangan geledeknya dari luar kotak penalti meluncur mulus ke sisi kanan gawang Galih,1-0 Semen Padang memimpin dan terus mengejar.
Tekanan-tekanan demi tekanan yang terus dilancarkan anak asuh Nilmaizar membuat lini pertahanan PBFC keteteran dan membuat Rudy Doank bisa lepas di sisi kiri dan melepaskan umpan menuju James Koko Lomel yang dengan sigap menceploskan si kulit bundar ke dalam gawang, sayang gol kembali dianulir karena menganggap sebelumnya Rudi telah berada dalam posisi offside.
Dua gol yang dianulir semakin membakar semangat Hendra Adi Bayauw dkk, satu menit sebelum water break, Bayauw melakukan akselerasi di sisi kanan mampu melepaskan krosing ke dalam kotak penalti diterima M Nur Iskandar dan memberikan umpan sundulan ke arah Rudy yang melepaskan tendangan setengah voly ke pojok kiri gawang, 2-0 Semen Padang memimpin, agregat sama kuat dan Agus Salim semakin bergemuruh.
Mampu mengejar agregat dua gol membuat Kabau Sirah semakin bernafsu mengejar satu ggol lagi untuk memastikan diri lolos ke final. Namun beberapa kali peluang yang diperoleh Nur Iskandar harus kandas karena finishing yang lemah. Menit 89, Semen Padang kembali tertimpa sial, Bayauw harus menerima kartu kuning kedua setelah wasit menganggap pemain asal Tulehu tersebut melakukan diving saat terjatuhh dalam kotak penalti saat berusaha melewati penjagaan dua pemain PBC, Hamka Hamzah dan Rizky Pora. Sampai wasit meniup pluit panjang skor 2-0 untuk keunggulan Semen tetap bertahan dan dengan agregat sama kuat 2-2 pertandingan langsung dilanjutkan ke babak adu penalti.
Di babak tos-tosan Jandia Eka Putra mampu membawa Kabau Sirah keluar dari kutukan penalti di PJS, setelah kiper gondrong tersebut mampu melakukan blok terhadap dua tendangan PBC, masing-masing dilakukan Ponaryo Astaman dan Jajang Mulyana. Sementara, penendang dari lima penendang hanya Novrianto yang gagal. Tendangan penentu kemenangan sendiri dilakukan pemain yang sudah cukup lama absen, Novan Setya Sasongko yang tampil menggantikan kapten Hengki Ardiles yeng terkena akumulasi.
Sesaat setelah pertandingan, pahlawan Semen Padang di babak penalti, Jandia Eka Putra mengaku sangat senang dengan kemenangan yang diraih.
"Alhamdulillah menang dan dukungan suporter sangat luar biasa. Ini merupakan misi balas dendam yang tuntas," terang Jandia yang mengaku tida melakukan latihan khusus untuk babak penalti.
Pelatih kepala PBC, Kas Hartadi yang harus menerima kenyataan pahit setelah sempat unggul dua gol di leg pertama mengatakan, tekanan yang diberikan Semen Padang dari awal laga membuat lini pertahanannya keteran.
Kecepatan pemain Semen Padang, seperti Bayauw dan Nur sangat menyulitkan pertahan kami. Akhirnya, dibabak kedua pertahanan kami bocor juga," sesalnya.Kas Hartadi mengakui, Semen Padang mampu.tampil lebih baik dengan langsung menekan pertahan timnya.
"Tapi saya tetap bangga sama tim, karena kami hanya kalah lewat babak penalti," pungkasnya.
Pelatih Semen Padang, Nilmaizar mengatakan, kunci kemenangan timnya malam ini adalah harga diri yang bagi semua pemain adalah segala-segalanya sehingga motivasi pemain semakin berlipat.
"Saya salut sama apa yang ditunjukkan anak-anak malam ini (kemarin, red)," jelasnya singkat.
Nilmaizar mengaku sangat bersukur dengan kemenagan yang membawa timnya menuju final.
"Sebelum babak penalti saya hanya bilang sama anak-anak, kita habiskan kekalahan di babak penalti dan kita menuju final," ujarnya menirukan.
Terkait dua gol yang dianulir dan kartu merah yang diterima Bayauw diakhir laga, pelatih kelahiran Payakumbuh tersebut tidak mau berkomentar banyak.
"Gol offside dan kartu merah tersebut memang masih menjadi pertanyaan tapi mungkin wasit mempunyai sudut pandang berbeda di lapangan," pungkasnya.
"Gol offside dan kartu merah tersebut memang masih menjadi pertanyaan tapi mungkin wasit mempunyai sudut pandang berbeda di lapangan," pungkasnya.

0 komentar:
Posting Komentar