Takluk 1-2 Dari Tuan Rumah, Tugas Berat Menanti Kabau Sirah Pada Partai Kedua
Coret, Bola--Belum padunya kerjasama antar lini Semen Padang FC kembali terlihat kala tim kebanggaan urang awak itu takluk dengan skor tipis 1-2 dari tuan rumah Persiba Balikpapan pada partai pembuka grup C Piala Gubernur Kaltim di Stadion Persiba, Kalimantan Timur, Senin (29/2). Tuan rumah unggul dua gol pada babak pertama melalui gol penalti Eddie Foday Boakay dimenit 35 dan akselerasi M Ghozali dua menit berselang, satu-satunya gol Kabau Sirah dicetak melalui tendangan penalti Irsyad Maulana di menit ke-51.
Mendapat dukungan penuh Balistik (pendukung Persiba), anak asuhan Eduard Tjonglangsung menekan pertahanan Semen Padang FC yang diisi kuarted Hengki Ardiles, Cassio Fransisco De Jesus, Handi Ramdhan, Satrio Syam. Beberapa kali Boakay yang disokong gelandang muda Reza Mustafa dan M Ghozali berhasil membuat Jandia harus berjibaku menyelamatkan gawangnya.
Beruang Madu (julukan Persiba) yang tampil cukup dominan akhirnya mampu menjebol gawang Jandia Eka Putra melalui tendangan penalti yang meluncur mulus ke sudut kanan gawang, sebelumnya Handi Ramdhan diklaim wasit handsball dalam kotak terlarang. Dua menit berselang, Balistik yang memadati Stadion Persiba kembali bergemuruh setelah akselerasi gelandang muda Persiba Balikpapan, M Ghozali tidak mampu dihentikan duet Cassio dan Handi, tendangan kaki kanan pemain mungil tersebut memaksa tak bisa dihentikan Jandia, 2-0 tuan rumah memimpin.
Memulai babak kedua, Kabau Sirah mulai keluar dari tekanan tuan rumah, lini serang yang dikomandoi M Nur Iskandar tampil lebih agresif dan lebih menekan pertahanan Beruang Madu. Hasilnya terlihat lima menit babak kedua berjalan, akselerasi yang dilakukan pemain bernomor punggung 17 tersebut memaksa kapten tim Persiba menjatuhkan Nur Iskandar di dalam kotak terlang, hadiah penalti yang diberikan wasit tidak disia-siakan Irsyad Maulana untuk memperkecil ketinggalan timnya, skor 1-2, Semen Padang FC terus mengejar.
Di menit 58 Coach Nil langsung melakukan pergantian pemain, striker baru Semen Padang FC, Taffarel yang masih belum mampu menunjukkan peforma terbaiknya, meski sempat melepaskan dua shot on goal sepanjang 58 menit berada di lapangan digantikan penyerang muda, Adi Nugroho. Selain itu, sayap baru, Riko Simanjuntak juga ditarik keluar untuk digantikan Defri Riski.
Pergantian pemain sempat menghidupkan penyerang Kabau Sirah, beberapa kali serangan yang dibangun Hengki Ardiles dkk merepotkan pertahanan Beruang Maduyang dikomandoi pemain berpengalaman, Ledi Utomo. Menit 63, Semen Padang FC memperoleh peluang emas melalui tendangan keras yang dilepaskan Irsyad Maulana dari luar kotak penalti, sayang tembakan pemain asli Minang tersebut masih membentur mistar gawang Gery Mandagi.
Meski mengusai jalannya pertandingan di babak kedua, namun beberapa kali kesalah pengertian antar pemain saat melakukan serangan membuat sebagian besar serangan Semen Padang patah di tengah. Usaha untuk menyamakan semakin berat setelah Defri Riski dihadiahi kartu kuning kedua oleh wasit di penghujung laga. Bermain dengan 10 pemain sama sekali tidak membantu Semen Padang untuk mengejar ketinggalan. Sampai pluit meniup pluit tanda berakhirnya laga kedudukan 1-2 untuk keunggulan Persiba tetap bertahan. Artinya, partai kedua menghadapi Persebaya United akan menjadi laga hidup mati tim yang didanai pabrik semen pertama Indonesia dan Asia Tenggara tersebut.
0 komentar:
Posting Komentar