Semen padang FC Rajut Asa di Piala Gubernur Kaltim
Coret, Bola—Beranggotakan 22 pemain, Semen Padang FC tiba di
Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin (26/2) pukul 14.00. Rombongan tim Kabau Sirah menginap di hotel Manara
Bahtera, Balikpapan. Hari ini tim asuhan Nilmaizar akan langsung melaksanakan
latihan sebagai persiapan menghadapi Surabaya United, Senin (29/2) mendatang di
Stadion Persiba.
“Kami baru tiba di hotel, besok
(hari ini, red) kami akan langsung menggelar latihan untuk persiapan laga perdana,”
terang Asisten Pelatih Semen Padang FC, Welliansyah saat dihubungi kemarin, (26/2) pukul
14.00.
Tergabung di grup C bersama dua
tuan rumah, Persiba Balikpapan dan PON Kaltim, serta Surabaya United, anak-anak
Bukit Karang Putih dituntut bukan hanya sekedar mampu lolos dari kepungan dua
tuan rumah. Pendukung Kabau Sirah
tentu tidak ingin kejadian di penyisihan grup Piala Jenderal Sudirman (PJS)
beberapa waktu lalu kembali terulang.
Di PJS lalu, meski Kabau Sirah mampu tampil sampai ke partai
final di Gelora Bung Karno tapi untuk bisa lolos ke babak delapan besar, klub
yang didanai pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut harus
mengandalkan keberuntungan dan dibantu oleh hasil yang diraih kontestan lain.
Alhasil, ketika itu Semen Padang berhasil lolos ke babak delaoan besar dengan
status peringkat tiga terbaik.
Melihat perjalanan tim selama
pagelaran PJS lalu, terkesan anak-anak asuh Nilmaizar sedikit lambat panas.
Semen Padang FC baru menunjukkan jati dirinya ketika di babakk delapan besar,
dimana Kabau Sirah berhasil lolos ke
semifinal dengan status juara grup. Perisiapan tim yang minim untuk ikut PJS menjadi
alasan pelatih maupun manajemen ketika itu.
Untuk tanpil di Piala Gubernur
Kaltim kali ini, hal serupa tapi tidak sama juga dialami tim yang bermarkas di
Indarung tersebut. Banyakanya, pergantian pemain yang terjadi di kubu Kabau Sirah, memuat tim pelatih baru
bisa benar-benar mengumpulkan tim secara full seminggu sebelum keberangkatan.
Ditambah lagi, dari 22 pemain yang diangkut, sembilan diantaranya merupakan
pemain yang baru direkrut manajemen, termasuk trio Brazil yang baru pertama
kali merasakan atmosfir persepakbolaan tanah air.
Meski tidak dibebenai target dari
manajemen, tapi pendukung Kabau Sirah tentunya
tidak ingin kejadian di PJS lalu kembali terulang, dimana keputusan tim untuk
bisa melangkah ke fase berikutnya harus menunggu sampai pertandingan terakhir
grup. Apalagi, Nilmaizar sudah menegaskan, timnya datang ke Kaltim untuk tampil
sampai ke babak final.
“Kami tim pelatih bersama semua
pemain sudah bertekad untuk di sana (Kaltim, red) sampai tanggal 13 Februari,
mudah-mudahan bisa sampai ke final,” terang Head
Coach Semen Padang FC beberapa waktu lalu.
Jika memang ingin berada di
Kaltim sampai akhir turnamen dan tampil di partai final yang menurut rencana
akan digelar di Stadion Utama Palaran, Samarinda 13 Februari mendatang Semen
Padang FC harus sesegara mungkin memadukan kerjasama antar lini timnya.
Dari catatan penulis setelah menyaksikan beberapa latihan tim dan laga
ujicoba yang dilaksanakan sebelum berangkat ke Kaltim, terdapat beberapa
kekurangan tim yang harus dibenahi Nilmaizar apabila memang ingin melaju sampai
partai final. Pertama, komunikasi antar pemain harus lebih padu lagi, dari
beberapa sesi latihan dan ujicoba yang dilaksanakan tim terlihat masih sering
terjadi salah pengertian antar pemain dalam melakukan passing, sehingga kadag
kala bola cukup mudah direbut pemain lawan. Bukti paling nyata terlihat kala Kabau Sirah menjalani laga amal
menghadapi PSP Padang, kesalahan passing pemain Semen Padang FC kala itu bisa
dimanfaatkan pemain muda PSP Padang Agnef untuk melakukan serangan balik,
sehingga memudahkan Oktavianus menjebol gawang mantan klubnya yang dijaga kiper
anyar Rivki Mokodompit.
Selain komunikasi, ketajaman lini
serang Kabau Sirah juga mesti jadi
perhatian utama, Taffarel yang direkrut sebagai goal getter belum mampu menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang
jempolan. Meski diera sepakbola modern seperti sekarang, tugas mencetak gol
bukan hanya menjadi tanggugjawab seorang striker
seorang tapi pergerakan pemain asal Brazil itu juga belum mampu membuka
ruang gerak untuk penyerang lain Semen Padang FC. Seperti pada laga ujicoba
menghadapi PSP Padang, Taffarel bahkan kehilngan bola sampai delapan kali dan
tanpa satupun shoot on goal maupun key pass yang dilepasnya sepanjang 70
menit di lapangan.
Walaupun dari persiapan ang
dilakukan terlihat tim Semen adang FC belum menunjukkan sebagai salah satu
calon kuat sebagai juara, tapi optimisme dari pendukung tetap membuncah. Hal
itu tidak lain, karena keberadaan para legenda klub dijajaran pelatih, mulai
dari pelatih kepala Nilmaizar, Asisten Pelatih, Welliansyah, pelatih kiper,
Zulkarnain Zakaria, dan manajer Suranto. Orang-orang idi balik layar tersebut
bukan hanya legenda tim tapi juga sudah membuktikan, sebagai salah satu tim
tradisional di kancah peresepakbolaan Indoensia, Semen Padang FC selalu bisa
tanpil maksimal, meski tanpa diperkuat pemain bintang. Patut ditunggu,
bagaimana penampilan Semen Padang FC kala menghadapi pasukan muda Persiba
Balikpapan yang dipastikan mendapat dukungan penuh suporter tuan rumah pada
laga pertama Piala Gubernur Kaltim, Senin (29/2) nanti.
Apabila mampu membenahi beberapa
kekurangan tim selama latihan dan ujicoba, rasanya tekad tim
pelatih dan pemain
untuk berada di Kaltim sampai 13 Februari mendatang bisa memberi keyakinan
terhadap pendukung Kabau Sirah.
0 komentar:
Posting Komentar