Sabtu, 27 Februari 2016

Semen padang FC Rajut Asa di Piala Gubernur Kaltim

Coret, Bola—Beranggotakan 22 pemain, Semen Padang FC tiba di Balikpapan, Kalimantan Timur, kemarin (26/2) pukul 14.00. Rombongan tim Kabau Sirah menginap di hotel Manara Bahtera, Balikpapan. Hari ini tim asuhan Nilmaizar akan langsung melaksanakan latihan sebagai persiapan menghadapi Surabaya United, Senin (29/2) mendatang di Stadion Persiba.




“Kami baru tiba di hotel, besok (hari ini, red) kami akan langsung menggelar latihan untuk persiapan laga perdana,” terang Asisten Pelatih Semen Padang FC, Welliansyah saat dihubungi kemarin, (26/2) pukul 14.00.

Tergabung di grup C bersama dua tuan rumah, Persiba Balikpapan dan PON Kaltim, serta Surabaya United, anak-anak Bukit Karang Putih dituntut bukan hanya sekedar mampu lolos dari kepungan dua tuan rumah. Pendukung Kabau Sirah tentu tidak ingin kejadian di penyisihan grup Piala Jenderal Sudirman (PJS) beberapa waktu lalu kembali terulang.

Di PJS lalu, meski Kabau Sirah mampu tampil sampai ke partai final di Gelora Bung Karno tapi untuk bisa lolos ke babak delapan besar, klub yang didanai pabrik semen pertama di Indonesia dan Asia Tenggara tersebut harus mengandalkan keberuntungan dan dibantu oleh hasil yang diraih kontestan lain. Alhasil, ketika itu Semen Padang berhasil lolos ke babak delaoan besar dengan status peringkat tiga terbaik.

Melihat perjalanan tim selama pagelaran PJS lalu, terkesan anak-anak asuh Nilmaizar sedikit lambat panas. Semen Padang FC baru menunjukkan jati dirinya ketika di babakk delapan besar, dimana Kabau Sirah berhasil lolos ke semifinal dengan status juara grup. Perisiapan tim yang minim untuk ikut PJS menjadi alasan pelatih maupun manajemen ketika itu.

Untuk tanpil di Piala Gubernur Kaltim kali ini, hal serupa tapi tidak sama juga dialami tim yang bermarkas di Indarung tersebut. Banyakanya, pergantian pemain yang terjadi di kubu Kabau Sirah, memuat tim pelatih baru bisa benar-benar mengumpulkan tim secara full seminggu sebelum keberangkatan. Ditambah lagi, dari 22 pemain yang diangkut, sembilan diantaranya merupakan pemain yang baru direkrut manajemen, termasuk trio Brazil yang baru pertama kali merasakan atmosfir persepakbolaan tanah air.

Meski tidak dibebenai target dari manajemen, tapi pendukung Kabau Sirah tentunya tidak ingin kejadian di PJS lalu kembali terulang, dimana keputusan tim untuk bisa melangkah ke fase berikutnya harus menunggu sampai pertandingan terakhir grup. Apalagi, Nilmaizar sudah menegaskan, timnya datang ke Kaltim untuk tampil sampai ke babak final.

“Kami tim pelatih bersama semua pemain sudah bertekad untuk di sana (Kaltim, red) sampai tanggal 13 Februari, mudah-mudahan bisa sampai ke final,” terang Head Coach Semen Padang FC beberapa waktu lalu.

Jika memang ingin berada di Kaltim sampai akhir turnamen dan tampil di partai final yang menurut rencana akan digelar di Stadion Utama Palaran, Samarinda 13 Februari mendatang Semen Padang FC harus sesegara mungkin memadukan kerjasama antar lini timnya.

Dari catatan penulis setelah menyaksikan beberapa latihan tim dan laga ujicoba yang dilaksanakan sebelum berangkat ke Kaltim, terdapat beberapa kekurangan tim yang harus dibenahi Nilmaizar apabila memang ingin melaju sampai partai final. Pertama, komunikasi antar pemain harus lebih padu lagi, dari beberapa sesi latihan dan ujicoba yang dilaksanakan tim terlihat masih sering terjadi salah pengertian antar pemain dalam melakukan passing, sehingga kadag kala bola cukup mudah direbut pemain lawan. Bukti paling nyata terlihat kala Kabau Sirah menjalani laga amal menghadapi PSP Padang, kesalahan passing pemain Semen Padang FC kala itu bisa dimanfaatkan pemain muda PSP Padang Agnef untuk melakukan serangan balik, sehingga memudahkan Oktavianus menjebol gawang mantan klubnya yang dijaga kiper anyar Rivki Mokodompit.

Selain komunikasi, ketajaman lini serang Kabau Sirah juga mesti jadi perhatian utama, Taffarel yang direkrut sebagai goal getter belum mampu menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang jempolan. Meski diera sepakbola modern seperti sekarang, tugas mencetak gol bukan hanya menjadi tanggugjawab seorang striker seorang tapi pergerakan pemain asal Brazil itu juga belum mampu membuka ruang gerak untuk penyerang lain Semen Padang FC. Seperti pada laga ujicoba menghadapi PSP Padang, Taffarel bahkan kehilngan bola sampai delapan kali dan tanpa satupun shoot on goal maupun key pass yang dilepasnya sepanjang 70 menit di lapangan.

Walaupun dari persiapan ang dilakukan terlihat tim Semen adang FC belum menunjukkan sebagai salah satu calon kuat sebagai juara, tapi optimisme dari pendukung tetap membuncah. Hal itu tidak lain, karena keberadaan para legenda klub dijajaran pelatih, mulai dari pelatih kepala Nilmaizar, Asisten Pelatih, Welliansyah, pelatih kiper, Zulkarnain Zakaria, dan manajer Suranto. Orang-orang idi balik layar tersebut bukan hanya legenda tim tapi juga sudah membuktikan, sebagai salah satu tim tradisional di kancah peresepakbolaan Indoensia, Semen Padang FC selalu bisa tanpil maksimal, meski tanpa diperkuat pemain bintang. Patut ditunggu, bagaimana penampilan Semen Padang FC kala menghadapi pasukan muda Persiba Balikpapan yang dipastikan mendapat dukungan penuh suporter tuan rumah pada laga pertama Piala Gubernur Kaltim, Senin (29/2) nanti.


Apabila mampu membenahi beberapa kekurangan tim selama latihan dan ujicoba, rasanya tekad tim 
pelatih dan pemain untuk berada di Kaltim sampai 13 Februari mendatang bisa memberi keyakinan terhadap pendukung Kabau Sirah.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com tipscantiknya.com kumpulanrumusnya.comnya.com
Copyright © 2016 Kaba Kabau Sirah