Kisah Inspirasi Weni Sasmita, Atlet Tinju Sumbar
![]() |
| Weni Sasmita |
Cedera merupakan momok paling menakutkan bagi seorang atlet, tidak jarang cedera membuat seorang atlet tidak melanjutkan karir. Namun, itu semua tidak berlaku untuk Weni Sasmita, atlet silat yang mempersembahkan emas untuk Sumbar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 lalu. Cedera ligamen yang menderanya di tahun 2013 memaksa Weni istirahat total dari silat. Tiga tahun berselang Weni kembali bangkit, meski tidak lagi dengan silat tapi Weni mampu menjadi salah satu kontingen Sumbar dari Cabor tinju untuk PON 2016. Bagaimana ceritanya?
Pilihan Weni Sasmita untuk pindah haluan dari Silat ke Tinju tidak bisa dipisahkan dari cedera ligamen yang didapatnya kala memperkuat Sumbar di kejuaraan antar Pusat Pelatihan Olahraga Mahasiswa (PPLM), di Surabaya pada Oktober 2013 lalu. Cedera tersebut memaksanya berbaring selama satu bulan penuh setelah menjalani operasi, butuh waktu setidaknya tiga bulan sampai akhirnya Weni kembali bisa berjalan tanpa alat bantu.
Prestasi yang pernah diukirnya di cabang olahraga beladiri silat tidak perlu diragukan lagi, berbagai kejuaran silat tingkat nasional maupun internasional sudah pernah dijuarainya. Pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 lalu dia menjadi satu dari sedikit atlet Sumbar yang mempersembahkan medali emas. Sebuah prestasi yang luar biasa tentu saja, mengingat kala itu usianya belum genap 20 tahun.
Kepada Coret.Bola Weni bercerita bagaimana setelah melakukan operasi cedera ligamen dia benar-benar tidak bisa berjalan selama satu bulan penuh. Beberpa bulan kemudian dia kembali bisa berjalan dengan bantuan tongkat, setelah menjalani beberapa terapi sendir akhirnya dia kembali mampu berjalan tanpa alat bantu apapun.
“Selama tiga bulan saya harus berjalan menggunakan tongkat, setelah melalui proses penyembuhan yang cukup panjang saya kembali bisa berjalan,” kata Weni sebelum melakukan latihan rutin tinju guna persiapan PON 2016 ini.
Meski belum sembuh dari cederanya, kecintaanya terhadap beladiri silat membuatnya tetap sering hadir pada saat kawan-kawannya sesama atlet silat melakukan latihan rutin.
“Walaupun tidak ikut latihan tapi saya tetap datang ke tampat latihan untuk melihat-lihat,” kata perempuan berkerudung tersebut.
Karena sering terlihat di tempat latihan, salah seorang temannya mengajak untuk latihan tinju. Dari situ, mahasiswa S 2 Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK-UNP) ini mulai kembali aktif berlatih, tapi kali ini dia tidak lagi latihan silat melainkan tinju.
“Bersama teman tersebut saya mulai berlatih tinju dengan serius,” terangnya singkat.
Diakuinya, cedera yang menimpanya masih menyisakan trauma tersendiri, hal itu juga yang semakin membulatkan tekad Weni untuk serius di dunia tinju, meski cukup menyesal harus kembali merintis karir dari awal, tapi semangat untuk terus berprestasi tidak pernah kendur. Keseriusan yang dibarengi dengan kerja kerasnya selama berlatih tinju akhirnya membuahkan hasil pada saat ikut Porprov 2014.
“Alhamdulillah di Porprov saya berhasil meraih medali emas,” jelasnya.
Dengan emas yang diraihnya sewaktu Porprov membuat Weni berhak untuk ikut
Pra PON dan dia kembali membuktikan diri, bahwa dengan kerja keras, semangat, dan kecintaanya terhadap dunia beladiri kembali menghantarkannya ke iven empat tahunan tersebut.
“Sekarang saya sedang mempersiapkan diri untuk ikut PON bersama teman-teman lainnya,” ujar Weni.
Dalam masa persiapan untuk PON mendatang, Weni mengaui masih belum bisa 100 persen megikuti program latihan yang diberikan pelatih.
“Kalau ada yang berhubungan dengan lutut biasanya saya sedikit mengurangi,” jelasnya.
Untuk orangtua sendiri, Weni mengatakan, pasca cedera berat yang menderanya, orangtua tidak terlalu memberikan support saat memutuskan kembali berkarir di dunia beladiri.
“Sampai sekarang sebenarnya orangtua masih enggan mengizinkan tapi karena orangtua di kampung (Batusangkar, red), saya bisa tetap berlatih,” pungkasnya sembari menuju ruang gedung beladiri untuk melakukan latihan rutin.

Saya linda dr program Ummat trans tv. Saya berencana untuk angkat kisah Uni weni. Bagaimana saya bisa menghubungi yang bersangkutan? Silahkan japri saya di email linda.wahyuni29@gmail.com terima kasih banyak
BalasHapusSaya linda dr program Ummat trans tv. Saya berencana untuk angkat kisah Uni weni. Bagaimana saya bisa menghubungi yang bersangkutan? Silahkan japri saya di email linda.wahyuni29@gmail.com terima kasih banyak
BalasHapusAngkat lah kak
Hapus