Kolektifitas Semen Padang Diuji Borneo
Kas hartadi: Kami Akan Mencari Gol Dari Awal
LagaBelum terkalahkan dalam waktu normal sepanjang pagelaran Piala Jendral Sudirman (PJS) menjadi bukti solidnya kolektifitas tim Semen Padang FC. Hal itulah yang akan diuji tim kebanggaan masyarakat Kalimantan Timur, Pusamania Borneo FC pada babak semifinal PJS malam ini di Stadion Segiri Samarinda. Sebagai tuan rumah,Pesut Etam (julukan Pusamania Borneo FC) akan langsung tampil menekan pertahanan Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC) dari menit awal guna mengincar gol cepat pada awal laga.
Bermodalkan pemain-pemain berpengalaman berlabel bintang, pelatih PBFC, Kas Hartadi tidak gentar menghadapi Semen Padang yang pada babak 8 besar tampil impresif dengan mengalahkan PS TNI, Mitra Kukar, serta mampu menahan imbang tim Ibu Kota Persija sebelumnya akhirnya kalah lewat drama adu penalti. Hasil tersebut membuat Hengki Ardiles dkk mengemas 7 poin dan masuk semifinal dengan status juara grup D.
“Semen Padang adalah tim yang solid, mereka bermain secara kolektif. Untuk itu, kami akan mencoba mencari gol mulai dari awal laga dan berharap bisa mengejutkan Semen Padang,” terang Kas Hartadi kepada Padang Ekspres (media dimana coretbola tercatat sebagai wartawan) saat dihubungi via telepon sleular.
Pelatih yang pernah membawa Sriwijaya FC menjuarai Liga Super Indonesia tersebut, menjelaskan dari sisi permainan, dia menilai Kabau Sirahsangat kuat dalam memanfaatkan bola-bola mati, dari 6 gol yang berhasil dicetak anak asuh Nilmaizair selama babak 8 besar, lima diantaranya berawal dari situasi set piece.
“Kami sudah siapkan strategi apabila berhadapan dengan situasi bola mati. Selain itu, kami juga sangat mewaspadai serangan balik Semen Padang yang terkenal cepat,” jelasnya.
Untuk kondisi tim sendiri, Kas Hartadi menyampaikan sudah tidak ada masalah, dia sendiri yang beberapa waktu sempat dirawat di Rumah Sakit merasa sudah sangat siap untuk pertandingan sore ini.
“Demikian juga dengan seluruh pemain, termasuk Sultan Samma yang kemungkinan siap untuk diturunkan,” pungkas Kas Hartadi.
Sementara itu, kubu Semen Padang yang mengawali turnamen PJS sebagai status under dog sempat terseok-seok di babak penyisihan, sedikit keberuntungan mebawa anak asuhan Nilmaizar berhasil lolos dari lubang jarum dan lolos ke babak 8 besar sebagai peringkat tiga terbaik. Di babak 8 besar yang digelar di Stadion Manahan Solo, penampilan Kabau Sirahsemakin membaik dan mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Hasilnya, mereka mampu lolos ke semifinal dengan status juara grup D dan juga rekor sebagai tim yang belum terkalahkan dalam waktu normal.
Bertandang ke Stadion Segiri, Samarinda, Semen Padang dalam kepercayaan diri tinggi. Tekanan dari supporter tuan rumah yang akan membajiri seisi stadion juga bukan sesuatu yang baru bagi tim asal Sumbar tersebut. Mental bertanding Jandia Eka Putra dkk sudah cukup terbukti dengan mampu mengalahkan Bali United di kandang sendiri dan memberikan kekalahan pertama untuk PS TNI yang didukung ribuan pasukan loreng, terakhir mereka mampu menahan imbang Persija Jakarta yang mendapat dukungan penuh The Jek Mania yang diwaktu bersamaan tengah merayakan hari jadinya ke 18.
Permasalahan yang mungkin dialami Nilmaizar pada saat meramu timnya adalah, absennya dua punggawa Kabau Sirah, Irsyad Maulana dan Hamdi Ramdhan. Di babak 8 besar kedua pemain tersebut sudah membuktikan diri kalau mereka adalah bagian penting tim di setiap laga. Irsyad contohnya, pergerakannya dari sayap kiri seringkali merepotkan membuat pertahanan lawan kocar-kacir. Karena selain memiliki dribel yang ciamik pemain bernomor punggung 88 tersebut juga memiliki senjata lain, berupa tembakan keras dari luar kotak penalti dan itu sudah dibuktikannya dengan membuat dua gol yang kedua-duanya berasal dari tendangan luar kotak 16.
Hamdi Ramdhan juga telah membuktikan diri, meski awalnya hanya berstatus sebagai pemain cadangan di tim tapi cederanya Saepulloh Maulana di dua laga awal babak 8 besar serta akumulasi kartu Alhadji di laga terakhir memaksa Nilmaizar menjadikannya sebagai pemain terakhir yang berdiri di depan Jandia selama bertanding di Manahan Solo. Kesempatan tersebut mampu dimaksimalkan Hamdi yang di tiga pertandingan tersebut mampu tampil impresif, penampilan terbaik Hamdi ditunjukkan saat mampu melakukan man to man marking ketat terhadap top skor sementara PJS, Patrick Dos Sontos, sehingga pada pertandingan tersebut penyerang Mitra Kukar tersebut tidak dapat berbuat banyak dan harus ditarik keluar sebelum wasit meniup pluit panjang.
Untuk menggantikan kedua peran pemain tersebut Nilmaizar memang masih memiliki beberapa opsi, seperti untuk posisi Hamdi eks pelatih Tim Nasional tersebut sudah hampir dipastikan bakal menurunkan Al Hadji Mamadou, indikasi tersebut sudah terlihat saat Semen Padang melakukan uji coba terkahir menghadapi Payaukumbuh Selection, demikian juga pada beberapa sesi latihan, terlihat pemain yang baru direkrut Semen Padang tersebut diduetkan kembali dengan Saepulloh Maulana.
Yang masih menimbulkan banyak pertanyaan adalah tentang siapa yang akan mengisi posisi Irsyad Maulana, beberapa kali memang Nilmaizar mencoba memberikan kesempatan pada Rudy Doank tapi dengan posisi asli Rudy sebagai gelandang tengah lini serang Semen Padang dari sisi kiri seperti kekurangan daya ledak seperti yang biasa ditunjukkan Irsyad. Opsi lain yang mungkin juga akan diambil Nilmaizar adalah memberikan waktu bermain lebih lama untuk Adi Nugroho yang memang sering mengisi Starting eleve tim karena regulasi PJS yang mewajibkan setiap tim menurunkan minimal dua pemain U-21 tapi selama ini Adi selalu bermain di bawah 20 menit sebelum akhirnya diganti pemain inti.
“Setiap pemain akan bermain lama atau sebentar itu tergantung bagaimana dia bermain di lapangan,” terang Nilmaizar ketika ditanya tentang kemungkinan untuk menggunakan opsi kedua.
Pelatih yang sebelum berangkat ke Samarinda merayakan ulang tahun ke-46 tersebut menegaskan, pihaknya sudah menyusun strategi khusus untuk menghadapi Pusamania Borneo dan walaupun tampil tanpa Irsyad dan Hamdi dia tetap optimis bisa membawa hasil maksimal.
“Anak-anak semua dalam kondisi baik. Kami tim pelatih juga sudah melihat dimana kelemahan dan kelebihan Borneo,” pungkas Nilmaizar.
Perkiraan Susunan Pemain
Pusamania Borneo FC
Galih Sudaryono (GK), Rizky Pora, Hamka Hamzah (C), Goran Ganchev, Diego Michiels, Ade Jantra, Srdan Lopicic, Sultan Samma, Terens Puhiri, Jajang Mulyana, Herman Dzumafo
Semen Padang FC
Jandia Eka Putara (GK), Hengki Ardiles (C), Saepulloh Maulana, Al Hadji Mamadou, Satrio Syam, Leo Guntara, Vendry Mofu, Yu Hyun Koo, Hendra Adi Bayauw, Adi Nughroho, M Nur Iskandar.

0 komentar:
Posting Komentar