Paul Scholes: Van Gaal Tidak Cocok Untuk United
![]() |
| Foto: dailymail.co.uk |
Coret, Bola—Manchester United
harus menunggu sampai menit 94 untuk bisa membobol gawang Sheffield United pada babak 3 Piala FA
di Old Trafford, Minggu dini hari. Sejatinya, Sheffield hanyalah klub yang
bermain di League One, kompetisi yang berada dua tingkat di bawah Premier League.
Meski demikian ternyata klub dari
divisi bawah tersebut mampu membuat permainan Wayne Rooney cs tidak berkembang,
cendrung monoton, dan membosankan. Bahkan, United harus menunggu sampai 69
menit untuk bias melakukan tembakan pertama yang mengancam gawang Sheffield. Beruntung,
pelanggaran bek Sheffield kepada Memphis Depay di akhir lag berbuah penalti yang sukses di
eksekusi sangkapten, Wazza.
Melihat hal itu, Legenda Setan
Merah, Paul Scholes yang memang sudah lama mengkritk permainan mantan timnya di
bawah asuhan Louis Van Gaal kembali melontarkan kritikan pedas terhadap taktik
yang diterapkan pelatih yang yang juga pernah menangani Barcelona tersebut.
Scholes merasa bukan hanya
dirinya dan fans yang bosan melihat cara bermain United, para pemainpun
menurutnya juga bosan, bahkan sang menir yang duduk di bench juga terlihat
bosan memperhatikan cara bermain anak asuhnya.
“Saya tidak berfikir dia (Van
Gaal) suka cara bermain timnya, sekarang kita tidak melihat sesuatu yang
berbeda dari enam bulan belakangan. Itu adalah cara tim ini bermain, tapi siapa
yang akan senang dengan kemenangan 1-0. Kita tidak melihat yang lain. Mereka
menang atas tim dari League One dengan penalti pada menit ke-94” kata pemain
yang pernah membawa United meraih treble winner tersebut, seperti dilansir Dailymail.uk.
Kelihatannya, Scholes sudah
benar-benar dibuat frustasi oleh permainan United yang selama di bawah Van Gaal
selalu sulit untuk menciptakan peluang gol, meski berhasil menguasai bola
sepanjang laga.
“Dia (Van Gaal) mempunyai
pemain-pemain yang bagus, dia sudah menghabiskan 250 M untuk semua pemain bagus
tersebut. Gayanya bermain sepakbola
tidak cocok untuk United,” tutup Scholsy menumpahkan kekesalannya.

0 komentar:
Posting Komentar