Senin, 11 Januari 2016

Semen Padang "dikalahkan" wasit di Segiri

Wako: panitia harus evaluasi wasit


foto: bola.con



Coret, Bola--Dua keputusan kontroversi dari wasit Torikh Alkatiri memaksa Semen Padang (FC) harus takluk dari Pusamania Borneo FC dengan skor 2-0 pada leg pertama babak semifinal Piala Jenderal Sudirman  yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu malam (10/1). Legium asing Pusamania Borneo FC, Serdan Lopicic mencatatkan namanya dua kali di papan skor. Masing-masing menit 77 melalui titik putih dan menit 94 melalui serangan balik cepat.

Ratusan suporter Semen Padang, bersama Wali kota Padang, Dandim Padang, dan jajaran Muspida Kota Padang yang melakukan nonton bareng di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol harus pulang membawa kekecewaan atas "hadiah" kekalahan yang diberikan wasit Torikh.

Kabau Sirah (julukan Semen Padang FC) sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Meski lebih sering ditekan anak-anak Pesut Etam (julukan Pusamania Borneo FC) sepanjang babak pertama, namun serangan balik yang menjadi andalan Nilmaizar terbukti ampuh membuat pemain bertahan Pusamania yang dikomandoi Hamka Hamzah keteteran.

Awal babak kedua, bahkan Semen Padang mulai berani bermain terbuka, berkali-kali Hendra Bayauw memenangkan duel di lini depan, sayang finishing kurang maksimal James Koko Lomel dan Nur Iskandar membuat kedudukan 0-0 bertahan sampai wasit meniup pluit tanda water break babak kedua.

Dua menit usai water break, tepatnya menit 77, Hengki Ardiles terlihat melakukan kontak dengan Herman Djumafo dalam kotak terlarang, striker yang pernah sebentar di Semen Padang tersebut terjatuh. Hasilnya, wasit menunjuk titik putih dan menghadiahi Pesut Etam penalti, Serdan Lopicic yang menjadi eksekutor mampu mengeksekusi bola dengan baik dan membuat timnya unggul 1-0.

Tertinggal membuat Kabau Sirah tersentak dan lebib gencar melancarkan serangan ke lini pertahanan Borneo. Sayang, lagi-lagi drama yang dilakukan salah seorang pemain Borneo FC, Ade Jantra saat dirinya ingin merebut bola yang dikuasai Vendry Mofu mampu mengelabuhi wasit dan menghadiahi kartu merah kepada pemain asal Papua tersebut.

Kalah satu gol dan harus bermain dengan 10 pemain semakin menyulitkan Hengki Ardiles dkk. Menit 94, lagi-lagi Lopicic berhasil membobol gawang Jandia untuk kedua kalinya melalui serangan balik cepat yang diawali Hamka Hamzah. Setelah gol tersebut wasit langsung meniup pluit panjang.

Wali kota Padang, Mahyeldi menyayangkan kepemimpinan wasit yang menurutnya sangat banyak merugikan kubu Kabau Sirah. Mulai dari offside yang beberapa kali diabaikan wasit, hukuman penalti yang harus diterima Semen Padang, sampai dengan keputusan wasit mengusir Mofu dari lapangan.

"Saya rasa panitia harus melakukan evaluasi terhadap kemimpinan wasit. Wasit seharusnya berdiri di tengah, bukan ikut membela salah satu tim," ujar Mahyeldi yang hadir lengkap dengan jersey Semen Padang.

Meski harus kalah dengan skor 2-0, Mahyeldi tetap melihat peluang Kabau Sirah untuk melaju ke babak final masih terbuka.

"Main di sini (stadion H Agus Salim) tentunya masyarakat Sumbar akan memberikan dukungan penuh untuk Semen Padang. Sekarang saja kita dukungan masyarakat Padang sangat besar, terutama dengan fasilitas nobar dari Kodim menyatukan pecinta bola Padang," pungkas wako.

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com tipscantiknya.com kumpulanrumusnya.comnya.com
Copyright © 2016 Kaba Kabau Sirah