Selasa, 02 Februari 2016

Lestarikan Pencak Silat Pauh

Pencak Silat Pauh memiliki ciri gerakan khas dengan karakteristik memiliki langkah kupik atau langkah jinjit kecil. Dalam filosofi sejarahnya, Pencak Silat Pauh hadir sebagai aliran beladiri untuk tentara atau pandeka Minangkabau yang berada di pusat pertahanan Minangkabau di pantai barat. Bela diri tentara zaman dulu di godok di Pauh, karena itu ragam silat Pauh cukup banyak. Penulis mencoba melihat bagaimana perkembangan Pencak Silat Pauh saat ini di salah satu sasaran (tempat latihan) Palito Nyalo di Koto Panjang, Pauh, Padang, Sumatera barat. Bagaimana ceritanya?



Pencak Silat adalah salah satu seni mempertahankan diri masyarakat Minangkabau yang dipraktekkan sejak masa lampau. Usia seni silat tidak dapat diuraikan secara terperinci dan tepat karena belum ada yang mengkaji secara mendalam. Banyak yang beranggapan Pencak Silat telah berusia beratus-ratus tahun dan diturunkan dari generasi ke generasi. Masa sebelum kemerdekaan, Pencak Silat seringkali dijadikan sebagai salah satu keahlian untuk melawan penjajah.

Sasaran Palito Nyalo didirikan tahun 1989 oleh orang-orang tua atau niniak mamak Pauh dengan tujuan sebagai sarana mendidik anak kemenakan dalam ilmu bela diri, randai, dan adat Minangkabau. Salah satu pendirinya adalah Jamaludin Umar Rajo Kuasa yang dengan susah payah berjuang untuk bisa mendirikan tempat latihan tersebut. 
 
Meski pada awal pendiriannya, sasaran Palito Nyalo bertujuan mendidik anak kemenakan saja tapi saat ini Sasaran Palito Nyalo sudah memiliki 80 lebih murid yang terdiri dari mahasiswa, masyarakat umum, dan pemuda asli Pauh. Artinya, yang kini belajar Silat Pauh tidak hanya anak-anak asli Pauh tapi juga sudah banyak masyarakat luar yang ikut mempelajarinya.

Berbagai gerakan Pencak Silat Pauh, seperti Tagak Papek, yaitu berdiri dengan posisi badan menyamping ke arah lawan, gerakan lain langkah Ampang yaitu gerakan berdiri dengan posisi badan dan kaki terbuka kesamping menghadap lurus ke arah lawan. Masih banyak lagi gerakan khas lain yang diajarkan kepada semua murid untuk bisa menguasai silat Pauh yang cukup terkenal itu.

Ketua Palito Nyalo, Dasrul menyampaikan kepada Padang Ekspres, di Sasaran Palito Nyalo latihan sendiri dilakuakn dua hari dalam seminggu, setiap Selasa dan Kamis. Jumlah guru silat ada enam orang yang akan memberikan pelajaran kepada semua murid.

“Filosofi silat bukan hanya gerakan tapi lebih kepada pembentukan sikap dan karakter pemuda-pemuda Minangkabau,” kata Dasrul.

Setiap guru juga mempunyai tingkatan tersendiri, seperti pandeka niniak mamak, guru gadang, guru tuo, dan guru kako.

“Setiap tingkatan guru tersebut menunjukkan senioritas atau kemampuannya dalam menguasai ilmu bela diri itu sendiri,” terangnya.

Dasrul menjelaskan, seseorang baru bisa disebut pesilat apabila sudah mampu mengontrol emosinya, tidak menyombongkan diri meski kemampuan gerakan silat sudah cukup mumpuni. Untuk itulah, di Sasaran Palito Nyalo selalu diajarkan, bagaimana membentuk karakter sebagai seorang Minangkabau sejati.

“Silat bukan untuk mencari musuh tapi bagaimana memahami filosofi yang terkandung di dalamnya,” katanya.

Untuk anak-anak asli Pauh, Sasaran Palito Nyalo memberlakukan aturan khusus, seperti memberlakukan sistem magang selama dua bulan yang bertujuan melihat tingkat keseriusannya. Setelah dua bulan baru dilakukan prosesi secara tradisional, seperti dengan membewa pisau, kain putih, kapas, dan berbagai persyaratan lain.

“Karena memang untuk yang asli Pauh, yang dipelajari bukan hanya gerakannya tapi lebih kepada keinginan untuk melestarikan seni budaya asli Pauh,” katanya.

Sementara untuk untuk  yang bukan asli Pauh, pria yang sehari-hari bekerja di Padang TV (stasiun TV lokal Sumbar) tersebut menyampaikan, seseoarang bisa datang mendatangi sasaran kemudian mendaftarkan diri secara administrasi. Di Sasaran Palito Nyalo juga diberlakukan sistem paket latihan, tergantung dengan barapa kali pertemuan orang itu ingin belajar. Untuk sekali latihan murid tersebut dikenakan biaya Rp 50 ribu.

“Semua orang sekarang bisa belajar, mulai mahasiswa yang berasal dari luar daerah dan turis yang biasanya juga tertarik dengan gerakan silat Pauh” pungkasnya. (***)

0 komentar:

Posting Komentar

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com tipscantiknya.com kumpulanrumusnya.comnya.com
Copyright © 2016 Kaba Kabau Sirah