Stamina Atlet Harus Diperhatikan
![]() |
| Foto: kaskus.co.id |
Stamina prima merupakan hal fundamental yang harus dipersiapkan atlet sebelum mengikuti suatu kejuaraan atau turnamen. Untuk bisa mencapai stamina ideal tersebut, seorang atlet harus melakukan persiapan dengan benar. Bagaimana cerita mantan atlet dayung Nasional yang sekarang menjabat pelatih Persatuan Olahraga Dayung Se-Indonesia (Podsi) Sumbar, Riki Jamaris mempersiapkan stamina atletnya sebelum bertandingan dan bagaimana pula pandangan guru besar Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (FIK UNP), Prof Dr. Syafrudin, M.Pd memandang persiapan stamina atlet yang benar?
Satu siang di depan sekretariat Podsi Sumbar beberapa orang atlet dayung Sumbar terlihat membersihkan perahu Rowwing yang baru datang beberapa waktu lalu. Di sampingnya terlihat pelatih Podsi Sumbar Riki Jamris yang sesekali ikut membantu anak didiknya nembersih perahu tersebut.
Pria 27 tahun kelahiran Teluk Kuantan tersebut mengaku sudah mulai melakukan persiapan untuk PON 2016 mendatang dan sebagai olahraga yang sangat mengandalkan fisik dan tenaga atlet, Riki menjelaskan, stamina menjadi sesuatu yang sangat kursial untuk atlet dayung. Karena itu, persiapan yang dilakukan harus sangat berkaitan dengan stamina atlet supaya tidak kedodoran saat bertanding.
Menurut Riki, ada tiga tahapan persiapan yang sering dilakukan, persiapan umum yang merupakan persiapan awal, persiapan khusus, dan persiapan pra kejuaran. Untuk persiapan umum lebih difokuskan pada stamina dan pembentukan masa otot.
"Persiapannya bisa dilakukan dalam bentuk fitnes dan jogging. Selama tahap persiapan umum itu dilakukan masing-masing tiga kali seminggu," jelasnya.
Hal lain yang menurut Riki bisa sangat berpengaruh terhadap stamina atlet selama mengikuti kejuaran adalah pasokan makanan dan energi untuk tubuh.
"Namun khusus yang ini belum bisa dilakukan secara maksimal karena keterbatasan akomodasi. Tapi, hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk tidak berprestasi," ujarnya optimis.
Pada saat sudah memasuki masa-masa pra kompotesi, tambah Riki, latihan-latihan fisik yang cukup berat agak sedikit dikurangi dan latihan lebih fokus pada latihan taktik dan strategi.
"Bila biasanya tiga kali, bisa dikurangi menjadi dua kali, sehingga sampai di kompetisi beban tidak lagi dan stamina lebih prima untuk kompetisi," terangnya.
Untuk masa recovery stamina sendiri di saat padatnya jadwal kompetisi, pria kelahiran 1988 tersebut menjelaskan, pilihan terbaik untuk membuat stamina kembali prima adalah dengan istirahat yang benar-benar total.
"Hindari juga minum-minum suplemen yang dijual bebas karena akan mempengaruhi stamina selama bertanding. Recovery stamina terbaik itu adalah tidur dan istirahat cukup," pungkas pria berbadan tegap tersebut.
Terpisah, guru besar Universitas Negeri Padang (UNP) dari Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Prof Syafrudin, M.Pd, mengatakatan, stamina atlet memang sangat penting untuk menentukan berhasil atau tidaknya seorang atlet dalam sebuah kompetisi. Seoarang atlet dalam melakukan persiapan harus tahu dia sedang berada di fase mana.
"Kita misalkan untuk PON 2016, Januari dan Februari sekarang seharusnya atlet sudah melakukan persiapan di fase persiapan umum," jelasnya.
Untuk fase persiapan umum itu, atlet fokus pada strength endurance, general selama dua bulan ini. Bentuknya bisa olahraga dan fitnes. Untuk persiapan khusus bisa dilakukan dengan lebih fokus kepada bidangnya, apakah membutuhkan, speed, strength, maksimum strength, maupun power.
"Hal-hal yang menjadi basic fundamental harus benar-benar mantap dan itu akan maksimal dengan stamina prima," lanjutnya.
Latihan stamina juga bisa dilakukan dengan melakukan latihan yang lebih berat daripada kompetisi yang akan diikuti.
"Seperti kalau di dayung dalam kompetisi, misal kejuaraannya jarak 500 m, dalam latihan bisa dilakukan 1.000 m," tambah Syafrudin.
Untuk asupan gizi atlet juga harus diperhatikan, kalau untuk yang membutuhkan tenaga banyak harus lebih banyak mengkonsumsi kalori dalam jumlah besar.
"Sehingga eneri yang terbuang bisa cepat diganti," ulasnya.
Meski latihan untuk mempersiapkan stamina menjadi kunci dalam mengikuti sebuah kompetisi, Syafrudin juga mengingatkan atlet supaya tidak terlalu memforsir diri dalam persiapan. Harus ada jeda untuk recovery dalam persiapan.
"Perlu adanya recovery sehingga akan ada waktu untuk kembali mengisi energi yang terkuras selama latihan. Mungkin tidak harus setiap hari latihan, ada kalanya libur dulu," punglasnya.

0 komentar:
Posting Komentar